Graphological Construction of Students' Writing as a Consideration for Differentiated Learning of Indonesian Language

  • Wachyudin Indonesian Language and Literature Education, Faculty of Teacher Training and Educational Sciences, Universitas Islam Nusantara, Indonesia
  • Hamdani Indonesian Language and Literature Education, Faculty of Teacher Training and Educational Sciences, Universitas Islam Nusantara, Indonesia
  • Frecelia Putri Indonesian Language and Literature Education, Faculty of Teacher Training and Educational Sciences, Universitas Islam Nusantara, Indonesia
  • Yusra Meldia SMA Mutiara Islami Plus, Indonesia
Keywords: Graphology, Differentiated learning, Alphabetically

Abstract

Teachers must attempt to learn about students' learning styles, psychological conditions, emotions, and personal conditions through non-cognitive diagnostic assessments. No one can learn purely visual, auditory, or kinesthetic since they are all prejudiced. Therefore, another non-cognitive approach is needed, specifically graphology. The study aims to determine changes in learning model methodology application that are appropriate to the students' conditions. The research method used by the researcher was a qualitative descriptive method. This study describes the results of analyzing students' handwriting in X-1 class of SMA Mutiara Islami Plus Bekasi. Several categories were analyzed, including the writing slant, writing line slant, writing size, word, and line spacing in writing, as well as the letter analysis (a, t, and j). The analysis results were organized in differentiated learning using a method of Inquiry Training Learning. This handwriting analysis can assist educators in discovering and determining students' interests and talents further.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abhicandra. (2017). Panduan lengkap grafologi memahami watak, karakter, dan kepribadian orang berdasarkan tulisan tangan. Araska.

Ainia, D. (2020). Merdeka belajar dalam pandangan Ki Hadjar Dewantara dan relevansinya bagi pengembangan pendidikan karakter. Jurnal Filsafat Indonesia, 95-101.

Amend, K. K., & Ruiz, M. S. (2014). Dasar-dasar lengkap analisis tulisan tangan: Sumber utama bagi pakar grafologi seluruh dunia. Pustaka Belajar.

Angga, Suryana, C., Nurwahidah, I., Hernawan, A. H., & Prihantini. (2022). Komparasi implementasi kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka di Sekolah Dasar Kabupaten Garut. Jurnal Basicedu, 6(4), 5877–5889. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3149

Ariga, S. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka Pasca Pandemi Covid-19. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 662-670. https://doi.org/10.56832/edu.v2i2.225

Bahri, S. (2017). Pengembangan kurikulum dasar dan tujuannya. Jurnal Ilmiah Islam Futura, 11(1), 15. https://doi.org/10.22373/jiif.v11i1.61

Bruce, J., & Marsha, W. W. (2000). Models of Teaching. Prentice Hall International.

Daga, A. T. (2021). Makna merdeka belajar dan penguatan peran guru di Sekolah Dasar. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 7(3), 1075–1090. https://doi.org/10.31949/educatio.v7i3.1279

Elisabeth, M. (2022). Pembelajaran berdiferensiasi: Pengertian, tujuan, aspek dan strategi pembelajaran yang berpihak pada murid. https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/artikel/pembelajaran-berdiferensiasi-pengertian-tujuan-aspek-dan-strategi-pembelajaran-yang-berpihak-pada murid/

Fikri, I. (2012). Menggagas grafologi Islam: studi tentang konsep pengembangan kepribadian dengan pendekatan tulisan tangan Arab. Conference Proceedings: Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) XII.

Hasim, E. (2020). Penerapan kurikulum merdeka belajar perguruan tinggi di masa pandemi Covid-19. Prosiding Webinar Magister Universitas Negeri Gorontalo, 7.

Ikhsan, K. N., & Hadi, S. (2018). Implementasi dan pengembangan Kurikulum 2013. Jurnal Edukasi: Ekonomi, Pendidikan dan Akuntansi, 6(1) 193-202.

Jannah, F., Fathuddin, T. I., & Zahra, P. F. A. (2022). Problematika penerapan kurikulum merdeka belajar 2022. Al Yazidiy: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 4(2), 55–65. https://doi.org/10.55606/ay.v4i2.36

Kemdikbudristek. (2021). Panduan pembelajaran dan asesmen jenjang pendidikan dasar dan menengah (SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA). Pusat Asesmen dan Pembelajaran. http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/24921

Lestari, Y. I., & Laksono, K. (2022). Implementasi pola tulisan tangan untuk memahami karakter siswa kelas 1 SDN Sumberjati. Bapala, 9(1), 62-78.

Levitt, I. B. (2004). Brainwriting! Enrich your life using handwriting analysis. PT. Bhuana Ilmu Populer.

Marisa, M. (2021). Inovasi kurikulum “merdeka belajar” di era society 5.0. Santhet : Jurnal Sejarah, Pendidikan, Dan Humaniora, 5(1), 66-78.

Marzano, R. J., & Kendall, J. S. (2007). The new taxonomy of educational objectives. Crowins Press.

Mulyasa, H. E. (2021). Menjadi guru penggerak merdeka belajar. Bumi Aksara.

Nugraha, T. S. (2022). Kurikulum Merdeka untuk pemulihan krisis pembelajaran. Inovasi Kurikulum, 19(2), 251-262.

Nurulaeni, F., & Rahma, A. (2022). Analisis Problematika Pelaksanaan Merdeka Belajar Matematika. Jurnal Pacu Pendidikan Dasar, 2(1), 35-45.

Oktapiani, M. (2019). Perencanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan di Indonesia. Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 71-102. https://doi.org/10.34005/tahdzib.v2i1.471

Rahayu, R., Rosita, R., Rahayuningsih, Y. S., Hernawan, A. H., & Prihantini, P. (2022). Implementasi kurikulum merdeka belajar di sekolah penggerak. Jurnal Basicedu, 6(4), 6313–6319. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3237

Rindiantika, Y. (2021). Model pembelajaran paikem: Suatu upaya dalam meningkatkan aktivitas dan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran. Intelegensia: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 2(1), 103–116.

Sibagariang, D., Sihotang, H., & Murniarti, E. (2021). Peran guru penggerak dalam pendidikan merdeka belajar di Indonesia. Dinamika Pendidikan, 14(2), 88-99.

Sutjipto. (2016). Pengembangan kurikulum dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan, 4(2), 119-137. https://doi.org/10.31800/jtp.kw.v4n2.p119--137

Syafi'i, F. F. (2021). Merdeka belajar: Sekolah penggerak. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dasar "Merdeka Belajar Dalam Menyambut Era Masyarakat 5.0".

Wahyuningsari, D. (2022). Pembelajaran berdiferensiasi dalam rangka mewujudkan merdeka belajar. Jurnal Jendela Pendidikan, 2(4), 529-535.

Yuliani, W. (2018). Metode penelitian deskriptif kualitatif dalam perspektif bimbingan dan konseling. Quanta: Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan, 2(2), 83–91.

Yulianti, R. P., Siregar, E. S., & Hidayat, I. M. (2022). Pengaruh motivasi belajar dan kemampuan kognitif terhadap kinerja siswa. Jurnal Ilmiah Korpus, 6(2).

Yusuf, M., & Arfiansyah, W. (2021). Konsep "merdeka belajar" dalam pandangan filsafat konstruktivisme. Al-Murabbi: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman, 7(2), 120-133. https://doi.org/10.53627/jam.v7i2.3996

Zamjani, I., Aditomo, A., Pratiwi, I., Solihin, L., Hijriani, I., Utama, B., Anggraena, Y., Felicia, N., Simatupang, S. M., Djunaedi, F., Amani, N. Z., & Widiaswati, D. (2020). Naskah akademik sekolah penggerak. Pusat Penelitian Kebijakan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Published
2023-12-31
How to Cite
Wachyudin, Hamdani, Putri, F., & Meldia, Y. (2023). Graphological Construction of Students’ Writing as a Consideration for Differentiated Learning of Indonesian Language. Studies in Learning and Teaching, 4(3), 608-621. https://doi.org/10.46627/silet.v4i3.331
Section
Articles
Abstract viewed = 500 times
PDF downloaded = 463 times